Orangutan, Satwa Paling berjasa Sebarkan Benih Pohon
By editor
IND  |  Fri - February 21, 2020 9:51 am  |  Article Hits:12721  |  A+ | a-
Tak banyak yang tahu bahwa orangutan punya andil besar dalam melestarikan alam dan hutan. Mengapa bisa begitu, ya? Ternyata ada salah satu kebiasaan orangutan yang tak dimiliki oleh satwa penghuni lain di hutan;.

Orangutan merupakan satu-satunya kera besar yang bukan berasal dari Afrika. Satwa yang 97% DNA-nya mirip dengan manusia ini berasal dari pulau Sumatra (Pongo pygmaeus) dan Kalimantan (Pongo abelii). Kedua spesies ini meski mirip, ada perbedaan yang nampak dari fisiknya. Perbedaan keduanya makin terlihat jika orangutan telah memasuki usia dewasa.

Orangutan jantan dewasa akan memiliki bantalan pipi dan kantung suara. Orangutan Kalimantan memiliki bantalan pipi yang melebar, sehingga wajahnya terlihat membulat. Sementara itu, Orangutan Sumatera memiliki bantalan pipi yang menggelambir ke bawah. Akibatnya, wajah Orangutan Sumatera nampak berbentuk oval. Bentuk dagu Orangutan Sumatera juga agak memanjang ke bawah.

Fase dewasa orangutan terjadi saat usianya 7 hingga 10 tahun. Masa hidupnya bisa mencapai 45 tahun. Orangutan biasa mengonsumsi buah-buahan dan dedaunan, tumbuhan merambat, dan terkadang serangga kecil. Karena konsumsi utamanya itu berupa buah-buahan berbiji itulah, orangutan disebut sebagai pemelihara dan pelestari hutan. Biji-biji dari buah yang dikonsumsi tidak ikut dicerna, sehingga biji-biji tersebut akan keluar bersama kotorannya.

Bila kotoran yang disertai biji-bijian itu jatuh di tanah yang subur, maka akan tumbuh menjadi pohon baru. Bayangkan, jika ada ratusan atau ribuan orangutan yang ikut menyebarkan biji-bijian melalui kotorannya. Tentu saja bakalan ada ribuan pohon yang tumbuh sekaligus melestarikan hutan sebagai paru-paru dunia. Oleh karena itu, orangutan dijuluki sebagai pelestari hutan alami.

Tak hanya itu saja, ada kebiasaan lain orangutan yang membantu pertumbuhan pohon baru. Orangutan biasanya akan mematahkan dahan-dahan pohon di ketinggian untuk mengambil dedaunan atau membuat sarang baru. Kebiasaan tersebut ternyata membuat sinar matahari yang tadinya terhalang, jadi hinggap ke permukaan tanah dan menyinari bakal pohon baru yang mulai bertumbuh. Hasilnya, pohon-pohon baru pun terkena sinar matahari dan dapat tumbuh dengan baik.

Meski berjasa terhadap pelestarian hutan, kondisi kera besar asli Indonesia ini justru mengkhawatirkan. Dalam waktu 75 tahun terakhir, populasi orangutan di Sumatera dan Kalimantan sudah menurun sebanyak 80%. Penyebabnya tak lain karena beralih fungsinya hutan menjadi area perkebunan, pertambangan atau bahkan pemukiman penduduk. Orangutan telah terusir dari tempat tinggalnya sendiri.         

Taman Safari Indonesia (TSI) tak tinggal diam. TSI menampung puluhan orangutan yang disebar di seluruh unit (Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari Park, dan Batang Dolphins Center). Orangutan ini diharapkan bisa berkembangbiak sekaligus menambah populasi. Dengan begitu, keberadaan orangutan akan tetap terus terjaga di masa mendatang. Jangan sampai anak cucu kita tak bisa melihat langsung sosok satwa endemik Indonesia, orangutan. (FJR)
COMMENTS (0)
CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Refresh Image
Please, type the capital of United Kingdom below to prove you are not a spambot?
*
* - Required fields
Top