Selamatkan Populasi! TSI, Smelting dan KLHK Siapkan Pelepasliaran 6 Ekor Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul
By Editor Bogor II
bogorpromo  |  Tue - August 8, 2023 10:08 am  |  Article Hits:3602  |  A+ | a-
Komodo di Taman Safari Bogor. (*)
Komodo di Taman Safari Bogor. (*)

BOGOR- Sebanyak 6 ekor komodo hasil pengembangbiakan yang dilakukan PT Taman Safari Indonesia (TSI) bekerjasama dengan PT Smelting dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan dilepasliarkan di Cagar Alam Wae Wuul, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Pelepasliaran satwa langka tersebut akan dilaksanakan pada September 2023 mendatang.

VP of Media and Event TSI, Alexader Zulkarnain mengatakan, pelepasliaran komodo di Cagar Alam War Wuul ini sebagai upaya penambahan populasi hewan endemik tersebut. Di mana saat ini keberadaan kadal raksasa itu diduga jumlahnya kian menurun.

“Rencana bulan September, pelepasliaran di Cagar Alam Wae Wuul, untuk penambahan populasi di sana. Dari luasan cagar alam 14.000 hektare, terlihat di kamera trap hanya 18 ekor saja,” ungkapnya, Senin (7/8/2023).

Alex menjelaskan, 6 ekor komodo yang akan dilepas dari TSI ke Cagar Alam Wae Wuul. Kemudian rata-rata usianya adalah 2 tahun dan semua berjenis kelamin jantan.

Di mana perawatan hewan ini cukup rentan karena berpengaruh terhadap populasinya yang harus benar-benar dijaga, guna mencegah kepunahan.

“Untuk 4 tahun ke depan ada monitoring dan evaluasi dengan GPS, monitoring dilakukan bersama antara Taman Safari Indonesia, BKSDANTT ,” terangnya.

Dalam pelepasliaran komodo tersebut, pihaknya bersama Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) akan terus ikut memantau perkembangannya.

Lebih lanjut, saat ini jumlah komodo yang berada di kawasan konservasi TSI keseluruhannya adalah 66 ekor. Dalam perawatannya, pihak Taman Safari Indonesia bekerja sama dengan stakeholder, yang mana turut menjaga keberlangsungan populasi komodo di Indonesia.

General Affairs PT Smelting, Sapto Hadi Prayetno mengatakan program pelepasliaran 6 ekor Komodo ini merupakan salah satu program konservasi yang dilakukan PT SAmelting.

“Kami berkeinginan tidak hanya sebatas ini saja. Tapi juga bagaimana Komodo ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar Wae Wuul. Kami berterima kasih pada Taman Safari Indonesia dan BKSDA NTT karena sudah optimal membantu program ini. Ini juga merupakan skema Pentahelix kami untuk program konservasi dengan prinsip kolaborasi,” papar Sapto.

Sapto juga berharap, TN Wae Wuul tidak hanya sebagai taman nasional atau cagar alam semata.

“Namun juga bisa menjadi langkah positif dalam kegiatan konservasi satwa komodo,” ungkap dia.

Sementara itu, Sahudin, Perwakilan BBKSDA NTT menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi program CSR PT Smelting dengan bantuan Taman Safari Bogor.

“Mudah-mudahan dengan difasilitasi TSI dan Smelting, training penggunaan GPS Komodo ini bisa menjadi ajang transfer ilmu pengetahuan di lapangan. Karena Komodo yang akan dilepasliarkan nanti akan dipantau cukup lama yakni 3 tahun. Kami optimis dari kegiatan ini bisa meninggalkan banyak legacy bersejarah bagi Indonesia,” tutur Sahudin. (Humas TSI Bogor/*)

COMMENTS (0)
CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Refresh Image
Please, type the capital of United Kingdom below to prove you are not a spambot?
*
* - Required fields
Top