Taman Safari Indonesia Rawat Anak Orangutan Korban Penyelundupan
By editor
IND  |  Mon - March 25, 2019 3:59 am  |  Article Hits:12289  |  A+ | a-
Kejadian menyedihkan kembali menimpa satwa endemik Indonesia. Pada Jumat (22/3) malam, Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali, digegerkan dengan penemuan orangutan yang dibius dan dimasukkan ke dalam keranjang kecil. Perlakuan sadis ini dilakukan oleh WNA berkebangsaan Rusia berinisial ZA.

Tak hanya seekor orangutan berusia 2 tahun, ZA juga terbukti membawa 2 ekor tokek dan 5 ekor bunglon. Diketahui belakangan, ternyata anak orangutan ini dibius terlebih dahulu oleh pelaku. Terbukti, dengan adanya temuan pil berjenis CTM di dalam koper.

Taman Safari Indonesia (TSI) Group sebagai lembaga konservasi satwa, sangat menyesalkan tindak kejahatan terhadap satwa yang benar-benar sadis ini. TSI pun bergerak cepat dalam membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Denpasar dalam usaha penyelamatan satwa-satwa tersebut. Selain itu, TSI juga ikut memberikan perawatan intensif terhadap anak orangutan, yang termasuk satwa dilindungi. 

Pada Sabtu (23/3) siang, orangutan beserta 2 ekor tokek dan 5 ekor bunglon diserahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Denpasar kepada Bali Safari & Marine Park (BSMP), salah satu unit TSI Group.

BSMP sendiri memiliki perawat satwa dan dokter berpengalaman serta berdedikasi tinggi dalam konservasi satwa. Ketiga jenis satwa tersebut tentunya akan mendapatkan perawatan standar lembaga konservasi internasional dengan menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kenyamanannya.

TSI Group berharap kejadian menyedihkan terhadap satwa seperti yang dilakukan ZA ini tak terulang kembali di masa mendatang. Mengingat populasi satwa-satwa endemik Indonesia yang sedang dijaga jumlahnya agar tidak menuju kepunahan. Terlebih lagi, di saat kampanye konservasi satwa yang gencar dilakukan oleh seluruh unit TSI Group; Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, dan Batang Dolphins Center. (fjr)
Top