Taman Safari Indonesia Lakukan Konservasi Gajah Sumatera
By editor
IND  |  Wed - March 20, 2019 4:36 am  |  Article Hits:11639  |  A+ | a-
Sejak terlibat dalam Operasi Ganesha pada tahun 1980-an, Taman Safari Indonesia (TSI) terus konsisten melakukan konservasi gajah Sumatera. Mengingat jumlah populasinya yang kian hari kian menurun. Menurut catatan, saat ini diperkirakan ada 2.400 hingga 3.400 ekor gajah Sumatera yang tersisa. Ada sederat kegiatan yang sedang dan telah dilakukan demi menjaga keberadaan subspesies gajah Asia terkecil ini.
  • Program Pengembangbiakan (breeding) Gajah
Hingga saat ini, telah lahir 40 bayi gajah Sumatera. Sehingga, total jumlah gajah Sumatera yang dirawat di TSI sekitar 113 ekor. Ini menjadi gambaran keberhasilan TSI yang concern terhadap breeding gajah Sumatera.
  • Rumah Sakit Gajah Sumatera
Pada November 2015, rumah sakit gajah Sumatera pertama didirikan di Pusat Konservasi Gajah (PKG), Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Rumah sakit yang diberi nama Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaya ini memegang peranan penting dalam konservasi, penelitian, dan pendidikan tentang gajah Sumatera. TSI bersama Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, serta Australia Zoo menyokong sepenuhnya pendirian rumah sakit gajah pertama di Asia Tenggara tersebut.
  • Klinik Gajah Sumatera
Tak hanya rumah sakit gajah di Way Kambas, TSI juga turut andil dalam pembangunan klinik gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, pada Februari 2013. Klinik ini menyediakan dukungan medis berupa dokter dan peralatan medis untuk program koservasi gajah di Sumatera. Dalam proses pembangunan dan pengoperasiannya, TSI bekerjasama dengan Kementeran Lingkungan dan Kehutanan, serta Pairi Daiza, Belgia. (fjr)

Baca juga: Selamatkan Gajah Sumatera!
Top