International Animal Photo Competition (IAPC) Kembali Digelar!
By Fajar
IND  |  Fri - July 5, 2019 9:34 am  |  Article Hits:206  |  A+ | a-
Kabar menggembirakan bagi Anda penggemar fotografi sekaligus pecinta satwa! Ya, lomba foto satwa terbesar di Indonesia, yakni International Animal Photo Competition (IAPC) kembali digelar tahun ini. Tentunya akan lebih menantang dan meriah!

Sungguh tak terasa penyelenggaraan IAPC 2019 ini bakalan jadi gelaran ke-29. Tiap gelaran pastinya akan selalu menjadi yang istimewa bagi Taman Safari Indonesia (TSI) Group. Oleh karena itu TSI konsisten untuk terus menyelenggarakan event tahunan ini. Sejak tahun 1990, IAPC selalu terselenggara dengan baik, kecuali pada 1998 saat kondisi politik dan pemerintahan tak mendukung penyelenggaraan.

Awalnya IAPC berangkat dari Lomba Foto Satwa yang diadakan Taman Safari Bogor untuk menyambut hari lingkungan hidup sedunia pada 5 Juni 1990. Kala itu, TSI bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Fuji Film Camera Photo. Lingkup lombanya pun masih terhitung lokal, belum nasional atau bahkan internasional.

Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan IAPC mengalami perubahan yang positif. Nampak dari jumlah peserta yang mengikuti lomba, hingga nominal hadiah bagi para juaranya. Bahkan, IAPC mengalami perubahan cara penilaian dikarenakan teknologi yang makin maju. Di era tahun 1990-an, belum muncul teknologi kamera digital. Saat itu, kamera masih menggunakan film roll, dan jika ingin melihat hasil fotonya, maka kita harus mencetak negatif film tersebut.

Walhasil, untuk dilakukan penilaian, para peserta wajib mengirimkan hasil cetak foto melalui pos. Mereka diharuskan mengirim foto ukuran 10R dengan maksimal 10 lembar. Nah, saat itu terkumpul sekitar 3 ribu lembar foto.

Lomba foto satwa ini lantas menjadi agenda tahunan rutin TSI. Bagi TSI, ini sebenarnya bukan sekadar lomba biasa. Sebab, ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat, yakni konservasi satwa. Melalui perlombaan foto yang menampilkan satwa, diharapkan masyarakat bisa lebih peduli terhadap satwa-satwa yang mulai terancam punah. Apalagi satwa-satwa endemik Indonesia.

IAPC sempat terhenti pada tahun 1998, karena kondisi sosial dan politik yang tidak mendukung. Lomba kemudian kembali diadakan pada tahun 1999, dengan nama yang berubah menjadi International Animal Photo Competition (IAPC). Sejak 1999, teknologi kamera juga berubah. Negatif film ditinggalkan. Para fotografer dan peserta sudah menggunakan kamera digital. Sejak itu pula, TSI menggandeng Canon sebagai sponsor resmi IAPC.

Nah, tahun ini sendiri IAPC dibagi menjadi dua kategori; TSI dan umum. Kategori TSI diperuntukkan bagi peserta yang mengirimkan hasil karya foto yang diambil di seluruh area TSI Group (Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, Batang Dolphins Center, Royal Safari Garden & Resort, dan Jakarta Aquarium).

Sedangkan kategori umum, bagi peserta yang melakukan pemotretan satwa di mana pun selain TSI. Lomba ini diadakan di setiap unit TSI Group. Selain itu, IAPC juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop fotografi, dan kegiatan menarik lainnya.

Buat Anda yang eksis di Instagram, jangan lupa juga untuk ikutan IAPC. Sebab, ada kategori lomba foto khusus untuk pengguna Instagram. Dengan hadiah total puluhan juta Rupiah, jangan sampai kelewatan untuk ikut IAPC, yang akan start pada 27 Juli 2019 mendatang hingga acara puncaknya (awarding) pada 2 November 2019. Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.animalphotocompetition.com (fjr)                    
Top