Safari Poo Paper, Pengolahan Kotoran Gajah Menjadi Kertas
By Fajar
IND  |  Tue - June 25, 2019 9:01 am  |  Article Hits:515  |  A+ | a-
Berawal dari ketidaksengajaan dari pegawai Taman Safari Bogor, ternyata kotoran gajah bisa diubah menjadi kertas daur ulang. Hasilnya, adalah berbagai produk menarik berupa buku, amplop, kartu ucapan, notes, dan lain-lain.

Sejak awal tahun 2012, Safari Poo Paper lantas mulai memproduksi kertas daur ulang dari kotoran gajah. Lantas, kenapa kotoran gajah? Kotoran satwa lain apa tidak bisa didaur ulang menjadi kertas? Mukdor Khasani, Kepala Bagian Pertamanan dan Kebersihan Taman Safari Bogor, punya jawabannya. “Karena proses pencernaan gajah tidak sempurna, sehingga kotorannya bisa digunakan untuk kertas daur ulang ini,” jelas Mukdor.

Coba saja Anda perhatikan bagaimana gajah makan. Gajah hanya mengunyah sebentar lalu masuk ke lambung. Di lambung pun tak butuh lama, langsung keluar menjadi kotoran. Oleh karena itulah, proses pencernaan gajah disebut tidak sempurna. “Pada dasarnya semua kotoran satwa herbivora bisa diubah menjadi kertas daur ulang,” ungkap Mukdor.

Lalu kotoran gajah dipilih karena, jumlah kotorannya yang cukup banyak dan selalu tersedia setiap hari. Bandingkan dengan kotoran satwa lain, seperti rusa atau sapi. Jumlah kotorannya tentu jauh lebih sedikit ketimbang gajah. Bayangkan saja, tiap 1 ekor gajah bisa menghasilkan kotoran sebanyak 20 kg. Jika dikalikan dengan jumlah gajah yang ditampung Taman Safari Bogor, 51 ekor, berarti setiap hari ada sekitar 1.000 kg kotoran sapi. Jumlah yang sangat cukup untuk memproduksi kertas daur ulang Safari Poo Paper.

Setiap hari kotoran gajah itu dikumpulkan dan dibawa ke lokasi pengolahan Safari Poo Paper. “Kualitas kotoran gajah yang bagus adalah yang baru keluar,” papar Mukdor. Menurutnya pula, kotoran gajah yang sudah didiamkan beberapa hari sebenarnya masih bisa dipakai sebagai bahan pembuatan kertas daur ulang. Namun, warna hasil kertasnya akan berbeda, mulai kecokelatan. Meski kualitas kertasnya tetap sama. “Berpengaruh ke warna saja, jadi kertasnya agak gelap,” ujar Mukdor.

Sebelum dijadikan bahan pembuat kertas daur ulang, kotoran harus dicuci dan direbus terlebih dahulu. Dari kotoran itulah, didapat serat-serat tanaman hasil pencernaan gajah. Serat-serat ini lalu dijemur hingga kering. Barulah setelah kering, dicampur dengan kertas-kertas bekas yang tak terpakai dengan komposisi 60% kertas bekas dan 40% serat kotoran gajah.

Adonan bubur kertas kemudian dibentuk hingga menjadi lembaran berukuran 40 x 50 cm. Lembaran ini lalu dijemur supaya mengering sekitar seharian hingga seperti lembaran kertas. Dalam sehari, produksi Safari Poo Paper bisa mencapai 210 lembar kertas. Proses akhirnya tinggal dibentuk menjadi buku atau souvenir lainnya. Produk-produk akhir inilah yang dijual di Taman Safari Bogor.

Tak hanya di Taman Safari Bogor, pengolahan kotoran gajah menjadi kertas daur ulang juga dilakukan di Bali Safari & Marine Park (BSMP). Nah, jika Anda tertarik ingin melihat langsung proses pembuatan Safari Poo Paper, Anda bisa mengikuti kegiatan Safari Trek. Berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan sambil mendapat pengetahuan tentang Safari Poo Paper, akan sangat menyenangkan bagi Anda dan keluarga.  

Menjadi kebanggaan bagi Taman Safari Indonesia Group, sebab pengolahan kotoran gajah tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Ini selaras dengan kampanye go green dan konservasi yang dipegang teguh Taman Safari Indonesia Group sejak awal berdiri. (fjr)
Top