Warning, Ada Banyak Satwa Endemik Indonesia Terancam Punah!
By Fajar
IND  |  Mon - May 13, 2019 7:06 am  |  Article Hits:418  |  A+ | a-
Mungkin banyak orang asing yang iri dengan Indonesia. Bagaimana tidak? Ragam flora tumbuh di tanah Indonesia. Begitu pula dengan fauna yang banyak jenisnya. Ada sekitar 300 ribu satwa atau 17% satwa di dunia, terdapat di Indonesia.

Sebutan ‘tanah surga’ sepertinya memang pantas disematkan untuk negeri tercinta ini. Indonesia juga dihuni oleh 515 jenis mamalia, yang terbanyak di dunia. Tak hanya itu, lebih dari 15 ribu jenis burung jadi penghuni negeri kita. Belum ditambah lagi, 45% ikan di dunia, bisa ditemui di perairan Indonesia. Membahas kekayaan alam di Indonesia, tak akan ada habisnya!

Sayangnya, ada sekitar 294 jenis flora dan fauna Indonesia yang masuk dalam daftar spesies terancam punah. Sebagian di antaranya bahkan sudah masuk ke level kritis. Karena, jumlahnya yang terus berkurang drastis dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh, orangutan Sumatera dan Kalimantan yang sama-sama terancam punah. Menurut laporan International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), selama 75 tahun terakhir orangutan Sumatera mengalami penurunan populasi sebanyak 80%. Hal serupa juga dialami harimau Sumatera yang kini diperkirakan hanya tersisa 300-an ekor saja. Satwa khas Pulau Dewata, yakni Jalak Bali atau Curik Bali yang serius terancam keberadaannya. Begitu pula dengan gajah Sumatera, anoa, elang Jawa, dan lainnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan tak mungkin anak-cucu kita tidak bisa lagi melihat keindahan satwa-satwa endemik asli Indonesia. Kepunahan bisa saja terjadi. Coba tengok nasib harimau Jawa dan harimau Bali. Kedua spesies ini sudah dinyatakan punah sejak bertahun-tahun lalu. Kini, tinggal tersisa saudara tuanya, harimau Sumatera.

Berkali-kali pula disebut bahwa penyebab berkurangnya populasi satwa endemik Indonesia adalah hilangnya habitat atau tempat tinggal satwa-satwa ini. Jika hutan sudah jauh berkurang, Anda kira satwa-satwa ini akan tinggal di mana? Tentu, mereka akan kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber makanan. Nah, jika keduanya berkurang, ditambah dengan adanya perburuan liar, tentu keberlangsungan satwa-satwa ini akan makin terancam.

Adalah tugas kita bersama untuk menjaga eksistensi satwa-satwa endemik asli Indonesia. Bukan hanya tugas pemerintah, atau lembaga konservasi seperti Taman Safari Indonesia (TSI). Sebab, bila peran pemerintah dan lembaga konservasi tidak didukung oleh masyarakat, sepertinya pelestarian satwa akan berujung sia-sia.

Bila satwa-satwa endemik Indonesia beserta floranya punah, apa masih cocok Indonesia disebut sebagai ‘Tanah Surga’? (fjr)         
Top